Darma Cendika Law Competition VII, Wadah Pengembangan Kemampuan Debat dan Berpikir Kritis Generasi Muda

SURABAYA – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Katolik Darma Cendika (BEM FH UKDC) menyelenggarakan Darma Cendika Law Competition VII (DCLC VII) pada 21–22 Oktober 2026 di Universitas Katolik Darma Cendika. Tepatnya di area VL 3. Kegiatan ini menjadi wadah bagi pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa perguruan tinggi untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, logis, serta argumentatif melalui kompetisi debat yang mengangkat berbagai isu dari perspektif hukum.

DCLC VII tidak hanya berorientasi pada pencapaian kemenangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda dalam menyampaikan gagasan, membangun argumentasi yang sistematis, serta menanggapi perbedaan pendapat secara rasional dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun budaya diskusi yang kritis dan terbuka.

Rangkaian DCLC VII dilaksanakan selama dua hari dengan tahapan kompetisi yang meliputi babak delapan besar, semifinal, hingga final. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan dan sambutan kepada para delegasi yang berpartisipasi. Selanjutnya, peserta diarahkan menuju ruang debat masing-masing untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti pertandingan pada babak delapan besar.

Dalam setiap pertandingan, para peserta dituntut untuk menyampaikan argumentasi yang kuat, mempertahankan posisi berdasarkan mosi yang diperdebatkan, serta memberikan tanggapan terhadap pendapat lawan secara logis dan terstruktur. Di sela-sela rangkaian kompetisi, panitia juga menghadirkan sesi ice breaking untuk menciptakan suasana yang lebih interaktif dan menjaga antusiasme peserta.

Setelah seluruh pertandingan pada hari pertama selesai, panitia melakukan rekapitulasi nilai berdasarkan penilaian dewan juri. Hasil penilaian tersebut menjadi dasar untuk menentukan tim yang berhak melanjutkan kompetisi ke babak berikutnya.

Memasuki hari kedua, kompetisi dilanjutkan dengan babak semifinal yang mempertemukan tim-tim terbaik dari babak sebelumnya. Para peserta kembali menunjukkan kemampuan analisis, penguasaan isu, kerja sama tim, serta kecakapan dalam menyusun dan mempertahankan argumentasi. Tim yang berhasil melewati babak semifinal kemudian melaju ke babak final untuk memperebutkan posisi terbaik dalam DCLC VII.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman hasil akhir kompetisi dan pemberian apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti seluruh tahapan perlombaan. Penutupan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras delegasi, dukungan suporter, serta kontribusi panitia dan dewan juri dalam menyukseskan kegiatan.

Darma Cendika Law Competition VII merupakan salah satu program kerja BEM FH UKDC yang dipimpin oleh Faldy Sene selaku Ketua Pelaksana. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini turut melibatkan Himpunan Mahasiswa Hukum, yaitu LASA, bersama seluruh panitia yang berperan dalam perencanaan, koordinasi, dan pelaksanaan kompetisi.

Penyelenggaraan DCLC VII melibatkan peserta dari kalangan pelajar SMA dan mahasiswa perguruan tinggi. Selain delegasi yang berkompetisi, kegiatan ini juga didukung oleh pengurus BEM FH UKDC, anggota LASA, dewan juri, serta suporter yang hadir untuk memberikan semangat kepada tim masing-masing.

Keterlibatan berbagai pihak tersebut menciptakan ruang interaksi yang mempertemukan generasi muda dari latar belakang pendidikan berbeda. Melalui kompetisi ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berdebat, tetapi juga kesempatan untuk bertukar gagasan, memperluas relasi, dan memahami berbagai sudut pandang terhadap persoalan yang dikaji.

Antusiasme peserta dan suporter turut menjadi bagian penting dalam membangun suasana kompetisi yang dinamis. Dukungan yang diberikan kepada setiap delegasi menjadi dorongan bagi peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik sekaligus menjunjung tinggi sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Ketua Pelaksana DCLC VII, Faldy Sene, menyampaikan pesan mengenai pentingnya memaknai kompetisi sebagai sebuah proses pembelajaran, bukan semata-mata sebagai upaya untuk meraih kemenangan atau penghargaan.

“Kemenangan bukan hanya tentang mendapatkan piala atau medali untuk menjadikannya berarti, melainkan tentang siapa yang belajar dari setiap proses yang telah dilalui.”

Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak hanya diukur melalui hasil akhir, tetapi juga melalui pengalaman dan pembelajaran yang diperoleh sepanjang proses. Keberanian dalam menyampaikan pendapat, kemampuan menerima kritik, keterbukaan terhadap perspektif yang berbeda, serta kemauan untuk terus berkembang merupakan nilai-nilai yang diharapkan dapat dibawa oleh setiap peserta setelah kompetisi berakhir.

Melalui penyelenggaraan Darma Cendika Law Competition VII, BEM FH UKDC bersama LASA berupaya menghadirkan ruang kompetisi yang edukatif sekaligus mendorong pengembangan potensi intelektual generasi muda. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta membangun sikap saling menghargai di tengah perbedaan pendapat.

DCLC VII diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan tentang persaingan dan pencapaian, tetapi juga memberikan pengalaman bermakna yang dapat menjadi bekal bagi para peserta dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan bermasyarakat. Sebab, esensi dari sebuah kompetisi bukan hanya tentang siapa yang menjadi pemenang, melainkan juga tentang bagaimana setiap individu belajar, berkembang, dan membawa nilai-nilai positif dari setiap proses yang telah dilalui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *