Pemilihan Umum dan Penyelenggaraannya Dalam Perspektif Demokrasi

Rabu, 1 Juli 2026 – Fakultas Hukum Universitas Katolik Darma Cendika menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu yang dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga selesai bertempat di Ruang Seminar Barat Lantai 3 Gedung Vidya Loka UKDC dengan tema “Pemilihan Umum dan Penyelenggaraannya Dalam Perspektif Demokrasi”. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Nany Suryawati, S.H., M.H. dan Dr. Jamil, S.H., M.H. sebagai narasumber yang membahas berbagai persoalan hukum kepemiluan serta perkembangan demokrasi di Indonesia, serta dimoderatori oleh Mahasiswa Fakultas Hukum Awal Berlin Zamasi.

Kegiatan kuliah tamu yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Katolik Darma Cendika ini bertujuan untuk menambah wawasan serta memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai perkembangan hukum pemilu di Indonesia, baik dari sisi teori maupun praktik. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperoleh penjelasan mengenai prinsip-prinsip penyelenggaraan pemilu yang demokratis, berbagai permasalahan yang masih dihadapi dalam pelaksanaan pemilu, serta pentingnya penegakan hukum dalam menjaga integritas demokrasi. Materi yang disampaikan juga memberikan gambaran mengenai hubungan antara regulasi, penyelenggara pemilu, peserta pemilu, dan masyarakat dalam mewujudkan proses demokrasi yang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dalam pemaparannya, Dr. Nany Suryawati menjelaskan bahwa kondisi demokrasi di Indonesia saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Menurut beliau, masih ditemukannya berbagai bentuk pelanggaran pemilu dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi menjadi faktor yang memengaruhi kualitas demokrasi di Indonesia. Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa masih terdapat beberapa ketentuan hukum yang dalam pelaksanaannya belum memberikan kepastian sehingga implementasi di lapangan belum dapat berjalan secara optimal. Beliau juga menekankan pentingnya komunikasi politik yang mampu membangun hubungan dua arah antara aktor politik dan masyarakat agar nilai-nilai demokrasi dapat diwujudkan secara lebih baik.

Selanjutnya, Dr. Jamil menyampaikan materi mengenai aspek hukum dalam pemilu dengan menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi dalam penegakan hukum pemilu di Indonesia. Beliau menguraikan bahwa masih terdapat berbagai persoalan yang berkaitan dengan substansi hukum, struktur kelembagaan, maupun budaya hukum yang memengaruhi efektivitas penegakan hukum pemilu. Selain itu, beliau juga menjelaskan mengenai pentingnya sinergi antar penyelenggara pemilu dan aparat penegak hukum dalam menangani berbagai pelanggaran yang terjadi selama tahapan pemilu. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut mengajak mahasiswa untuk melihat berbagai persoalan hukum pemilu tidak hanya dari sisi normatif, tetapi juga dari kondisi nyata yang terjadi di masyarakat.

Selama sesi diskusi berlangsung, mahasiswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif mengajukan berbagai pertanyaan kepada narasumber. Pertanyaan yang disampaikan membahas efektivitas penegakan hukum terhadap pelanggaran pemilu, peran konsultan komunikasi politik dalam proses demokrasi, efektivitas pemberian sanksi terhadap pelaku tindak pidana pemilu, hingga peluang penerapan sistem pemilu berbasis digital di Indonesia. Melalui sesi diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pandangan, berdiskusi secara langsung dengan narasumber, serta memperoleh pemahaman yang lebih luas mengenai dinamika hukum kepemiluan yang berkembang saat ini.

Sebagai evaluasi dari kegiatan ini, dilakukan wawancara bersama salah satu peserta dalam kegiatan kuliah tamu, yaitu Isabelle Nevasha Sulistiyo, mahasiswa Fakultas Hukum semester 2 Universitas Katolik Darma Cendika. Menurut Isabelle, kuliah tamu kali ini sangat membantu mahasiswa dalam memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai berbagai aspek hukum kepemiluan di Indonesia. Pemaparan materi yang disampaikan oleh Dr. Nany Suryawati, S.H., M.H. dan Dr. Jamil, S.H., M.H. memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai Indonesia sebagai negara yang demokratis, namun dalam praktiknya masih terdapat berbagai tantangan, khususnya dalam mewujudkan demokrasi yang benar-benar memperhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat.

Lebih lanjut, Isabelle berharap agar nilai-nilai demokrasi di Indonesia dapat semakin dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Menurutnya, demokrasi yang baik hendaknya tidak hanya menjadi konsep dalam peraturan perundang-undangan, tetapi juga dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai penutup, Isabelle menyimpulkan bahwa demokrasi dapat berjalan dengan baik apabila pemerintah dan masyarakat sama-sama menaati peraturan hukum yang berlaku. Selain itu, sebagai mahasiswa Fakultas Hukum semester 2 Universitas Katolik Darma Cendika, Isabelle berpendapat bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk tidak bersikap golongan putih (golput), menggunakan hak pilih dengan baik dan benar, serta terus meningkatkan pengetahuan dan kecakapan di bidang hukum agar mampu berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang lebih baik di Indonesia.

Melalui kegiatan kuliah tamu ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan pemahaman terhadap hukum kepemiluan, memiliki kemampuan berpikir kritis dalam menganalisis berbagai persoalan demokrasi, serta mampu menghubungkan teori yang diperoleh selama perkuliahan dengan praktik yang terjadi di lapangan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan akademik melalui penelitian dan penulisan ilmiah sehingga dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan hukum, khususnya di bidang hukum pemilu dan demokrasi di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *